Peluk Cium

P

Setiap hari, pergi dari rumah maupun pulang ke rumah keluarga saya (istri dan anak2) terbiasa berpelukan. Saya menyebutnya “huge” dibaca bener-bener huge. Iya saya tahu, berpelukan itu hug bukan huge.
Saat mau pergi (saya atau anggota keluarga) selalu merasa dicintai dan segala kemalasan hilang. Demikian juga pada saat pulang, segala kecapaian hilang. Kadang saya berasa apa yang saya kerjakan sepanjang hari itu, seperti terjawab ketika mereka peluk. Tanpa harus bilang apa-apa seperti sudah cerita.
Nah saya kadang suka meminta anak-anak saya memeluk orang tua saya (kakek nenek mereka). Mungkin mereka banyak yang ngga tahu alasannya. Alasan yang mereka tahu mungkin: orang tua saya bahagia jika dipeluk. Ada alasan lain saya suka mereka memeluk orang tua saya. Saya sering kali ingin memeluk papa (almarhum) dan mama saya, saya ingin menunjukkan saya sayang sekali dengan mereka. Dengan meminta anak-anak saya peluk mereka, di belakang layar saya merasa seperti sedang memeluk orang tua saya. Saya juga suka memeluk mereka biasanya di kesempatan-kesempatan tertentu. Dan banyak pelukan saya itu masih membekas di saya.
Ada beberapa foto anak saya ketika memeluk papa dan mama saya. Sayangnya ngga ada foto saya memeluk papa dan mama saya (karena yang senang mengabadikan momen itu masih saya saja).
Beberapa saat yang lalu ketika papa saya pulang ke Surga, saya mencari foto atau video saya berpelukan dengan papa saya. Untungnya dapat walaupun udah jaman dulu banget. 🙂

About the author

Mico Wendy

Saya suka membaca buku, mencoba hal baru, berpetualang.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

By Mico Wendy

Mico Wendy

Saya suka membaca buku, mencoba hal baru, berpetualang.

Get in touch