Patah Kaki – 1

P

Pada suatu hari, anak yang besar dari adik saya masuk ke rumah sakit. Saya seharusnya menengok besoknya cuma ada kejadian lain.

Pada 19-06-2018, pas setelah Lebaran (atau sebelum, saya lupa), ketika tidak ada yang bekerja di rumah. Pagi-pagi saya berlari keluar rumah karena istri dan anak yang besar membunyikan klakson. Saya berlari keluar, tetapi tidak melihat penutup penampungan air sehingga tersandung di kaki kanan, badan langsung jatuh ke depan dengan kaki kiri terkilir jari-jarinya. Sakitnya luar biasa. 2 kaki bengkak, saya tidak bisa berjalan. Saya melihat kaki saya sendiri takut sendiri, karena telapaknya seperti bengkok. Seluruh anggota keluarga saya yang lain ada yang ikut teriak, ada yang ikut kaya mau nangis, dan semua heboh kuatir. Saya mau diurut, tapi Angel bilang itu retak. Hampir pasti ngga bisa diurut. Saya takut sekali. Terus karena kaki saya 2-2nya bengkak, saya harus ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Problemnya ngga ada yang bisa gendong saya. Jadinya saat itu saya merangkak ke mobil. Total merangkak sambil ditemani anak istri pada teriak-teriak. Setelah masuk ke mobil, kami ke rumah sakit. Di Rumah sakit kami menunggu dokter. Badan saya berasa dingin sekali. Belum pernah saya sesakit itu.

Di rumah sakit, walau saya ngga mau bilang ke mama saya dulu takut dia kaget, mama ke sana juga. Karena anak adik saya di rumah sakit juga. Jadi pada saat ngejaga anak adik saya, mama dan adik saya juga turun ke ruangan UGD. Nah ama suster lelaki yang di sana, saya rencana harus difoto dulu kakinya. Sebelum dokter tulangnya periksa. Ada peristiwa cukup lucu buat saya. Setahu saya, setiap di roentgen itu kita butuh waktu beberapa lama untuk dapat hasilnya. Nah beberapa saat setelah saya di roentgen, saya bilang ke bapak-bapaknya “berdoa semoga ngga ada yang patah”. Terus bapaknya bilang “udah kelihatan kok itu patah dari monitor. Cuma perlu waktu untuk di print ke film”. Yah… 😀 jadi ngga bisa doa terus jadi ngga patah.

Dari situ saya diminta memilih dokter, saya pilih dokter Andre Yanuar. Dokter yang terkenal pinter dan baik. Terus setelah dokternya lihat, dia bilang ngga bisa langsung dioperasi karena kaki saya bengkak. Harus dikempesin dulu kakinya. Akhirnya saya jadi menginap di RS. Saya menggunakan kamar yang sekamar berdua.

to be continue…

About the author

Mico Wendy

Saya suka membaca buku, mencoba hal baru, berpetualang.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

By Mico Wendy

Mico Wendy

Saya suka membaca buku, mencoba hal baru, berpetualang.

Get in touch