Webmin / Virtualmin

W

Setelah server development saya kelihatannya berat dan sering membuat mati databasenya (server development saya menggunakan banyak docker untuk apps react js+ nodejs, dan belakangan saya coba untuk website wordpress saya). Memang benar, website wordpress itu sebaiknya tidak disimpan di dalam docker, tetapi di satu vps saja, dengan 1 nginx/apache service + 1 database service.. Diberkatinya ada orang baik yang meminjamkan saya beberapa xeon buat pake proxmox.

Tadinya rencana awal saya itu, tapi ternyata berubah. Karena ternyata site-site wordpress saya ada yang pakai versi php agak bawah, dan ada yang agak baru. Jadi rujit deh, beda ama kalau pake docker yang kita bisa pisah-pisah, juga beda dengan node js, yang bisa kita atur per project kita mau aktif node version yang mana.

Akhirnya sekalian saya coba pakai webmin dan virtualmin. Lumayan. Minimum pencatatan saya jadi berkuran. Dengan cara awal saya menggunakan catatan satu per satu (subdomain/domain) di server x.

Agak lebih tidak sesederhana cpanel maupun plesk. Tetapi ini free dan kelihatannya cukup bisa memenuhi kebutuhan saya. Saya belum coba sih kalau nantinya pakai beberapa site lain apakah ada masalah atau tidak.

  • https://www.webmin.com/
  • https://www.virtualmin.com/

Cuma memang tetap saja saya harus menambah / mengedit dns domain saya di cloudflare, lalu setting di reverse proxy / nginx saya + add SSL (lets encrypt). Baru di server ini. So far kalau baru 1 domain gini masih rada rendah nih pemakaiannya. Nanti setelah pelan-pelan saya pindahkan yang di docker saya, baru mungkin bisa dibandingkan.

About the author

Mico Wendy

Saya suka membaca buku, mencoba hal baru, berpetualang, dan traveling. Co-Founder AnakBisa.com. www.konsep.net / www.netdesain.com.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mico Wendy

Saya suka membaca buku, mencoba hal baru, berpetualang, dan traveling. Co-Founder AnakBisa.com. www.konsep.net / www.netdesain.com.

Get in touch